Kudus, Shabda.id -- Pengerjaan perbaikan jalan di Jalan Suryo Kusumo turut Desa Mejobo, Kecamatan Mejobo, Kabupaten Kudus, memicu keluhan dari warga dan pelaku usaha setempat.
Salah satunya datang dari Nur Hadi, seorang warga desa setempat yang dikenal publik sebagai Presiden 'Tronjal-Tronjol Mahasik'.
Nur Hadi meminta pelaksana proyek dan pemerintah daerah mempercepat proses pembangunan ruas jalan sepanjang hampir 300 meter tersebut.
Pasalnya, pengerjaan yang sudah berlangsung sekitar satu bulan ini mulai berdampak pada aktivitas perekonomian serta mengganggu mobilitas warga.
Pria yang juga membuka usaha pijat di area Pasar Brayung itu menjelaskan, warga sebenarnya menyambut baik dan mendukung penuh perbaikan jalan dari depan Pasar Brayung hingga depan Masjid Mejobo tersebut. Namun, lambatnya penyelesaian membuat banyak pihak mulai dirugikan.
"Harapannya dipercepat, itu saja. Dan diperbagus kualitasnya, nah ini yang penting. Kalau memang rasa kemanusiaan itu masih ada, tolong dipercepat karena ini mengganggu kegiatan masyarakat," ujar Nur Hadi.
Ia mengungkapkan, hambatan terbesar yang dirasakan warga saat ini adalah sulitnya akses lalu lintas.
Kondisi jalan yang belum tuntas menyebabkan kemacetan dan penumpukan kendaraan, terutama pada jam-jam krusial seperti berangkat dan pulang sekolah maupun kerja.
Baca Juga:
Dampak paling parah dialami oleh para pedagang yang berjualan di sepanjang tepi jalan proyek. Sepinya pembeli akibat sulitnya akses membuat pendapatan mereka merosot tajam, bahkan ada yang terpaksa tutup sementara.
"Kalau di dalam pasar masih jalan (aktivitas jual-beli), tapi tetap berkurang," kata Nur Hadi.
"Yang kasihan itu yang berjualan di tepi jalan, pembeli mau mampir susah karena aksesnya tertutup. Ekonomi warga jelas terganggu, baik warga Mejobo maupun pedagang dari luar," jelasnya.
Selain masalah akses, kepulan debu di lokasi pengerjaan juga sempat mengganggu kenyamanan. Namun, menurut Nur Hadi, persoalan debu masih bisa dimaklumi dibanding kelumpuhan akses ekonomi warga.
Bukan tanpa alasan percepatan proyek ini didesak. Ruas jalan Mejobo merupakan jalur utama yang sangat vital, bukan sekadar jalan pemukiman atau jalur alternatif.
Jalur ini menjadi perlintasan favorit pengendara dari luar daerah yang hendak menuju pusat Kota Kudus, seperti dari wilayah Sukolilo dan Kayen (Kabupaten Pati) hingga Kabupaten Grobogan (Purwodadi).
Nur Hadi menegaskan, warga tidak menolak pembangunan infrastruktur karena disadari hal itu untuk kepentingan bersama.
Namun, ia berharap ada langkah konkret agar pengerjaan bisa dirampungkan lebih cepat tanpa mengorbankan kualitas bangunan, sehingga roda perekonomian warga Pasar Brayung dapat kembali pulih.