Kudus, Shabda.id -- Proyek perbaikan jalan dan talud yang ambles di ruas Jalan Kudus-Colo turut Kecamatan Dawe, Kabupaten Kudus akhirnya segera dimulai.
Proyek penanganan longsoran di depan gerbang masuk kawasan wisata religi Colo ini dipastikan menelan anggaran fantastis mencapai Rp 8,4 miliar dari APBD.
Guna memastikan kesiapan fisik, Balai Pengelolaan Jalan (BPJ) Wilayah Pati bersama konsultan pengawas dan kontraktor langsung menerjunkan tim untuk melakukan pengukuran lapangan pada Rabu (8/7/2026).
Ketua Kelompok Kerja Jepara-Kudus BPJ Wilayah Pati, Parjo mengungkapkan, penandatanganan kontrak kerja telah diselesaikan beberapa hari lalu.
Mengingat pentingnya jalur ini bagi roda ekonomi dan pariwisata Kudus, ia meminta kontraktor bergerak cepat.
"Mumpung cuacanya bagus, saya minta kontraktor dan konsultan segera melaksanakan pekerjaan dan memanfaatkan cuaca yang bagus ini," ujar Parjo, Rabu (8/7/2026).
Baca Juga:
Berdasarkan data teknis, proyek ini dimenangkan oleh CV Tri Jasa Tehnik dengan nilai kontrak akhir sebesar Rp 8.467.991.000 (dari pagu awal Rp 8,51 miliar). Kontraktor ditargetkan merampungkan rehabilitasi total dalam waktu 180 hari kalender.
Parjo menjelaskan, titik pengerjaan sepanjang 66 meter ini merupakan lokasi bencana longsor parah yang terjadi pada 9 Januari 2026 lalu akibat cuaca ekstrem.
Kerusakan yang akan ditangani mencakup rehabilitasi badan jalan yang ambles, pembangunan ulang dinding penahan tanah (talud) yang runtuh sedalam jurang, serta pemasangan struktur perkuatan baru guna mengantisipasi longsor susulan di masa depan.
Meskipun proyek konstruksi ini akan segera berjalan di KM 68+710, pihak BPJ Wilayah Pati menjamin bahwa akses utama menuju kawasan wisata religi Colo tidak akan ditutup total.
Jalur tersebut dipastikan tetap aman dilalui oleh kendaraan pribadi maupun maksi (bus pariwisata berukuran besar).
Namun demikian, para pengemudi—khususnya sopir bus luar kota—diimbau untuk meningkatkan kewaspadaan ekstra saat mendekati area proyek.
"Untuk bus besar sebenarnya masih bisa melintas. Hanya memang saat bermanuver di beberapa titik tikungan harus ekstra hati-hati karena ruang manuver yang terbatas," pungkas Parjo.