SHABDA
Cari berita…
Pertanian

Antisipasi Kekurangan Air, Petani Pati Diimbau Bijak Gunakan Air dan Pilih Komoditas Tepat

TIA
TIA
Antisipasi Kekurangan Air, Petani Pati Diimbau Bijak Gunakan Air dan Pilih Komoditas Tepat
Kepala Bidang Tanaman Pangan, Hortikultura, dan Perkebunan (TPHbun) Dispertan Kabupaten Pati, Sugiharto (Foto: Shabda.id)

Dispertan Pati mengimbau petani menyesuaikan pola tanam dengan kondisi musim kemarau yang mulai memengaruhi ketersediaan air di sejumlah wilayah.

Pati, Shabda.id -- Dinas Pertanian (Dispertan) Kabupaten Pati mengimbau petani untuk menyesuaikan pola tanam dengan kondisi musim kemarau yang mulai memengaruhi ketersediaan air di sejumlah wilayah.

Pada musim seperti saat ini, petani disarankan menanam komoditas yang lebih sesuai, seperti tanaman palawija maupun hortikultura.

Kepala Bidang Tanaman Pangan, Hortikultura, dan Perkebunan (TPHbun) Dispertan Kabupaten Pati, Sugiharto mengatakan, keberhasilan produksi pertanian tidak hanya bergantung pada kualitas benih.

Keberhasilan pertanian juga dipengaruhi berbagai faktor pendukung, mulai dari teknik budidaya, pemupukan, ketersediaan air hingga kondisi suhu.

"Semua faktor itu saling mendukung. Apalagi saat ini mulai terjadi kekurangan air, terutama untuk tanaman padi di wilayah Pati bagian selatan," ujarnya saat ditemui, Kamis (9/7/2026).

Menurut Sugiharto, kondisi kekurangan air berpotensi memengaruhi produktivitas tanaman padi apabila petani tidak menyesuaikan jenis komoditas yang dibudidayakan.

Oleh karena itu, ia mendorong petani untuk memanfaatkan musim kemarau dengan menanam tanaman yang membutuhkan air lebih sedikit.

"Secara umum kami mengimbau petani memilih komoditas yang memang bisa ditanam pada musim seperti ini, seperti palawija dan hortikultura," katanya.

Selain memilih komoditas yang tepat, Sugiharto juga mengingatkan pentingnya penggunaan air secara bijaksana agar kebutuhan irigasi tetap tercukupi selama musim kemarau berlangsung.

"Bijak dalam penggunaan air dan bijak dalam pengendalian hama. Untuk tikus sebaiknya tidak menggunakan setrum karena membahayakan," pungkasnya.

Bagikan ke Teman Anda

Bagikan: WhatsApp Facebook X Telegram
TIA

Penulis

TIA

"Berdedikasi untuk menyajikan informasi yang akurat dan bermanfaat bagi seluruh pembaca SHABDA."

Komentar Pembaca

Tulis Komentar

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama memberikan tanggapan.

Artikel Terkait