Pati, Shabda.id -- Proyek rehabilitasi Jalan Winong–Jakenan di Kabupaten Pati akhirnya memasuki tahap pengaspalan mulai Sabtu (4/7/2026).
Kabar ini menjadi angin segar bagi masyarakat setempat setelah sebelumnya ruas jalan tersebut sempat dikeluhkan akibat debu tebal yang mengganggu jarak pandang dan kenyamanan berkendara.
Perwakilan Dinas Pekerjaan Umum dan Tata Ruang (DPUTR) Kabupaten Pati, Hasto, mengonfirmasi bahwa proyek dengan pagu anggaran mencapai Rp4,29 miliar ini terus dikebut pengerjaannya.
"Pekerjaan rehabilitasi Jalan Winong–Jakenan dengan pagu anggaran Rp4,29 miliar saat ini sudah mulai dilakukan pengaspalan," ujar Hasto saat dikonfirmasi, Sabtu (4/7/2026).
Hasto menjelaskan, proyek infrastruktur ini berfokus pada dua pekerjaan utama untuk meningkatkan kualitas dan daya tahan jalan.
Meliputi, pelapisan ulang (overlay) sepanjang kurang lebih 1,45 kilometer serta pembangunan bahu jalan beton sepanjang sekitar 2,6 kilometer.
Baca Juga:
Hingga saat ini, progres fisik di lapangan diperkirakan telah menyentuh angka 30 persen.
Jika merujuk pada kontrak dan jadwal pelaksanaan resmi, proyek ini ditargetkan rampung pada akhir Agustus 2026. Namun, melihat ritme kerja yang positif, DPUTR optimis proyek ini bisa selesai satu bulan lebih cepat.
"Kalau sesuai masa pelaksanaan direncanakan akhir Agustus selesai, tapi diharapkan akhir Juli ini pekerjaan sudah bisa selesai semua," katanya.
Sebelum menyentuh tahap pengaspalan hari ini, kondisi Jalan Winong–Jakenan sempat menjadi sorotan tajam di masyarakat karena material urukan memicu polusi debu yang pekat.
Merespons keluhan tersebut, DPUTR Pati langsung bergerak cepat dengan menginstruksikan pihak kontraktor atau penyedia jasa untuk rutin melakukan penyiraman air secara berkala guna meminimalisasi kepulan debu sebelum aspal dihamparkan.
Melalui perbaikan total ini, DPUTR berharap akses mobilitas warga Jakenan, Winong, dan sekitarnya bisa kembali normal sekaligus menekan risiko kecelakaan lalu lintas.
"Harapannya agar dengan perbaikan jalan ini bisa bermanfaat untuk masyarakat dan pengguna jalan, sehingga lebih nyaman saat melewati ruas jalan tersebut," pungkas Hasto.