Pati, Shabda.id -- Balai Pengelolaan Jalan (BPJ) Wilayah Pati, Dinas Pekerjaan Umum Bina Marga dan Cipta Karya Provinsi Jawa Tengah, bergerak cepat melakukan pemeliharaan rutin di ruas Jalan Kayen–Pati.
Penanganan lubang jalan tersebut menggunakan metode patching (penambalan) dengan material khusus Cold Asphalt Patch (CAP).
Kepala BPJ Wilayah Pati, Andi Setiawan menjelaskan, langkah taktis ini diambil sebagai bagian dari komitmen pelayanan publik untuk memastikan kondisi jalan provinsi tetap prima dan aman saat dilalui oleh masyarakat pengguna jalan.
"Jenis penanganan hari ini menggunakan metode patching dengan material CAP. Kondisi kerusakan di lokasi tersebut masuk dalam kategori rusak ringan," ujar Andi, Rabu (1/7/2026).
Andi memerinci, dalam agenda pengaspalan hari ini, pihak BPJ mengerahkan sedikitnya 9 hingga 10 ton material CAP untuk menutup titik-titik lubang yang tersebar di sepanjang ruas jalan tersebut.
Lebih lanjut Andi memaparkan, seluruh rangkaian kegiatan pemeliharaan ini disokong penuh oleh Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Provinsi Jawa Tengah.
Secara akumulatif, total anggaran pemeliharaan rutin jalan yang dikelola oleh BPJ Wilayah Pati menyentuh angka Rp15,8 miliar.
Baca Juga:
Dana tersebut dialokasikan secara proporsional untuk membenahi dan menjaga kualitas ruas jalan provinsi di empat wilayah kabupaten, yakni Pati, Kudus, Jepara, dan Rembang.
"Penanganan yang sedang berjalan ini murni masuk dalam plot kegiatan pemeliharaan rutin jalan," jelasnya.
Ia juga menambahkan bahwa selain koridor Kayen-Pati, tim BPJ secara berkala sudah menjadwalkan agenda pemeliharaan serupa di sejumlah titik jalan provinsi lainnya yang berada di bawah wilayah kerja mereka.
Sementara itu, terkait usulan penanganan via Instruksi Presiden Jalan Daerah (IJD), pihaknya mengaku masih menunggu instruksi dan informasi resmi dari Dinas PUPR Provinsi Jawa Tengah.
Guna mengejar efisiensi waktu pengerjaan di lapangan, BPJ menerjunkan 10 personel terampil dengan dukungan alat berat dan armada lengkap, mulai dari tandem roller, dump truck, jack hammer, hingga mesin genset.
Untuk memastikan aspek keselamatan berkendara selama proses perbaikan berlangsung, pihak BPJ telah memasang rambu kerja di sekitar lokasi dan berencana menambah rambu peringatan penyempitan jalan secara berkala.
Andi pun mengimbau kepada seluruh pengendara yang melintas agar menurunkan laju kecepatan dan tetap waspada. Ia juga membuka ruang komunikasi bagi warga untuk aktif melaporkan titik kerusakan jalan yang dinilai krusial.
"Kami mohon masyarakat dapat berkendara dengan hati-hati selama proyek berlangsung. Jika menemukan lubang jalan lain yang sekiranya membahayakan, silakan segera sampaikan informasinya kepada kami agar bisa langsung kami tindak lanjuti di lapangan," pungkas Andi.