SHABDA
Cari berita…
Daerah

Sering Picu Kecelakaan, DPUPR Jateng Janji Segera Perbaiki Jalan Kayen-Pati

TIA
TIA
Sering Picu Kecelakaan, DPUPR Jateng Janji Segera Perbaiki Jalan Kayen-Pati
Ruas Jalan Kayen–Pati, tepatnya di wilayah Desa Rogomulyo, Kecamatan Kayen, Kabupaten Pati yang akan segera diperbaiki. (Foto: Shabda.id.)

Sering memicu kecelakaan, Dinas PUPR Jateng segera memperbaiki ruas jalan Kayen-Pati dalam waktu 2-3 hari ke depan.

Kudus, Shabda.id -- Keluhan masyarakat terkait penyempitan dan kerusakan bahu jalan di ruas Jalan Kayen–Pati, tepatnya di wilayah Desa Rogomulyo, Kecamatan Kayen, Kabupaten Pati, langsung mendapat respons cepat dari Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPUPR) Provinsi Jawa Tengah.

Kepala Balai Pengelolaan Jalan (BPJ) Wilayah Pati DPUPR Jawa Tengah, Andi Setiawan menegaskan, pihaknya telah menjadwalkan proses pemeliharaan untuk memperbaiki titik ruas jalan yang dinilai membahayakan tersebut.

"Rencana dua hingga tiga hari ini akan ada perbaikan jalan melalui kegiatan pemeliharaan rutin kami," ujar Andi saat dikonfirmasi, Senin (29/6/2026).

Andi menjelaskan, teknis penanganan di lapangan nantinya akan disesuaikan dengan tingkat kerusakan yang ada. Pihak BPJ Wilayah Pati bakal menerapkan metode lapensheet atau Chip Seal (CAP) sebagai solusi cepat melalui skema pemeliharaan rutin.

"Penanganannya menggunakan lapensheet atau CAP sesuai kondisi di lapangan," jelasnya menambahkan.

Lebih lanjut, Andi mengungkapkan bahwa ruas Jalan Kayen–Pati sebenarnya sudah masuk dalam prioritas daerah.

Pihaknya bahkan telah mengusulkan anggaran penanganan yang lebih menyeluruh melalui program Instruksi Presiden Jalan Daerah (IJD).

Namun, hingga saat ini lampu hijau dari pemerintah pusat belum juga turun.

"Ruas tersebut sudah kami ajukan untuk IJD, tetapi belum mendapat persetujuan dari pusat. Karena itu, sementara ini kami tangani dulu melalui pemeliharaan rutin (APBD Provinsi)," terangnya.

Sebelumnya, para pengguna jalan dan warga setempat mengeluhkan kondisi jalan penghubung antar-kecamatan tersebut.

Kerawanan utamanya terletak pada titik transisi atau penyempitan dari badan jalan yang semula berupa beton lebar, mendadak mengecil masuk ke jalan aspal. Kondisi tersebut diperparah dengan rusaknya bahu jalan di sekitar lokasi.

Menurut warga, kontur jalan yang timpang dan berlubang itu kerap memicu kecelakaan lalu lintas, terutama bagi pengendara roda dua yang melintas pada malam hari atau saat hujan.

Guna transparansi publik, DPUPR Provinsi Jawa Tengah juga membuka kesempatan bagi awak media untuk ikut serta melakukan pengecekan lapangan bersama tim teknis, guna meninjau langsung kondisi riil jalan sebelum proses pengaspalan dimulai.

Bagikan ke Teman Anda

Bagikan: WhatsApp Facebook X Telegram
TIA

Penulis

TIA

"Berdedikasi untuk menyajikan informasi yang akurat dan bermanfaat bagi seluruh pembaca SHABDA."

Komentar Pembaca

Tulis Komentar

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama memberikan tanggapan.

Artikel Terkait