SHABDA
Cari berita…
Kebencanaan

Bendung Karet Sungai Juana Pati Mengering, Ribuan Ikan Sapu-sapu Terdampar

Nahidur Rohman
Nahidur Rohman
Bendung Karet Sungai Juana Pati Mengering, Ribuan Ikan Sapu-sapu Terdampar
Ribuan ikan sapu-sapu yang terdampar di sisa air yang menggenang (Foto: Shabda.id)

Berkurangnya debit air tersebut tidak hanya berdampak pada kondisi sungai, tetapi juga mulai dikhawatirkan petani akan gagal panen

Pati, Shabda.id- Bendung Karet Sungai Juana yang berada di Desa Bungasrejo, Kecamatan Jakenan, Kabupaten Pati, mengering akibat debit air sungai yang terus menurun selama musim kemarau.

Kondisi bendung yang biasanya dipenuhi air kini terlihat kering. Bahkan, bagian dasar sungai mulai terlihat di sejumlah titik.

Beredarnya foto dan vidio akan kondisi Bendung Karet, wargapun berdatangan untuk melihat langsung, dan menjadikan spot wisata terbaru.

Tidak hanya air yang menyusut, banyak ikan juga ditemukan terdampar di bagian sungai yang mulai mengering. Ikan yang ditemukan warga didominasi jenis sapu-sapu. Sebagian ikan bahkan mati karena tidak mampu bertahan ketika air sungai semakin sedikit.

Seorang warga Juana, Anton, mengaku datang ke lokasi setelah melihat informasi mengenai kondisi Bendung Karet Sungai Juana di media sosial.

“Saya datang karena melihat kiriman di media sosial. Ternyata memang benar, kondisi airnya sudah sangat menyusut,” kata Anton.

Menurutnya, kondisi tersebut cukup menarik perhatian karena Bendung Karet Sungai Juana selama ini menjadi salah satu bagian penting dalam pengaturan aliran air di wilayah tersebut.

Warga Desa Bungasrejo, Lukito, mengatakan berkurangnya air terjadi karena pasokan dari wilayah hulu semakin sedikit. Kondisi itu diperparah dengan cuaca panas yang terjadi dalam beberapa waktu terakhir.

“Panasnya cukup ekstrem, sehingga air dari hulu berkurang drastis,” ujarnya.

Berkurangnya debit air tersebut tidak hanya berdampak pada kondisi sungai, tetapi juga mulai dikhawatirkan petani. Sebab, Bendung Karet Sungai Juana memiliki fungsi penting untuk mengatur pasokan air bagi kebutuhan irigasi persawahan.

Lukito mengatakan petani khawatir tidak mendapatkan cukup air untuk mengolah dan menanam sawah. Jika kondisi sungai terus mengering, jadwal tanam dapat terganggu dan tanaman yang sudah ditanam juga berisiko kekurangan air.

“Petani sudah mengeluarkan biaya. Kalau air tidak ada, kami juga bingung bagaimana sawah bisa ditanami,” ujarnya.

Warga berharap pemerintah dan pihak terkait segera mencari solusi untuk memenuhi kebutuhan air pertanian. Salah satunya dengan mengalirkan air dari waduk lain ke Sungai Juana agar pasokan air untuk persawahan dapat kembali tersedia.

“Kami berharap ada bantuan air dari waduk lain supaya sungai kembali terisi dan sawah bisa mendapatkan air,” harap Lukito.

Sementara itu, pihak pengelola Bendung Karet Sungai Juana yang ditemui di lokasi belum memberikan keterangan. Awak media diarahkan untuk melakukan konfirmasi kepada pihak pengelola di Semarang.

Bagikan ke Teman Anda

Bagikan: WhatsApp Facebook X Telegram
Nahidur Rohman

Penulis

Nahidur Rohman

"Berdedikasi untuk menyajikan informasi yang akurat dan bermanfaat bagi seluruh pembaca SHABDA."

Komentar Pembaca

Tulis Komentar

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama memberikan tanggapan.

Artikel Terkait