SHABDA
Cari berita…
Daerah

Cegah Kenakalan Remaja, Pemkab dan Polres Kudus Gagas Program Duta Anak Baik

TIA
TIA
Cegah Kenakalan Remaja, Pemkab dan Polres Kudus Gagas Program Duta Anak Baik
Bupati Kudus Sam'ani Intakoris saat menghadiri kegiatan Penyerahan Anak yang Berhadapan dengan Hukum (ABH) kepada orang tua/wali di Mapolres Kudus pada Jumat (7/8/2026) lalu. (Foto: Shabda.id.)

Pemkab Kudus bersama Polres Kudus menyiapkan langkah inovatif dalam menekan angka kenakalan remaja, salah satunya lewat rencana pembentukan Duta Anak Baik.

Kudus, Shabda.id -- Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kudus bersama Polres Kudus menyiapkan langkah inovatif dalam menekan angka kenakalan remaja, salah satunya lewat rencana pembentukan Duta Anak Baik.

Program ini digagas untuk merangkul para pelajar yang sempat berisiko terlibat aksi tawuran agar berbalik menjadi pelopor dan teladan positif bagi teman sebayanya.

Inisiatif tersebut mengemuka saat penyerahan kembali empat siswa SMK di Kudus kepada orang tua mereka setelah selesai menjalani pembinaan intensif selama empat hari pada Jumat (7/8/2026).

Para pelajar yang telah mendapatkan pembinaan mental, psikologis, dan karakter tersebut diproyeksikan untuk diangkat sebagai Duta Anak guna membagikan pengalaman berharga mereka serta mengikuti pelatihan kepemimpinan.

Bupati Kudus, Sam'ani Intakoris menyambut baik ide tersebut dan menegaskan komitmen pemerintah daerah melalui Dinas Sosial P3AP2KB untuk menguatkan program Duta Anak Baik hingga ke tingkat desa.

"Kami ingin anak-anak yang sudah dibina menjadi teladan dan mengingatkan teman-temannya agar tidak melakukan tindakan yang merugikan diri sendiri maupun orang lain," ujar Bupati.

Langkah perangkulan ini diselaraskan dengan arahan Kapolres Kudus, AKBP Wahyu Suryo Setiawan.

Dalam sesi dialog bersama para siswa, Kapolres menemukan bahwa keempat pelajar tersebut masih memiliki mimpi besar, mulai dari ingin menjadi polisi, tentara, hingga pengusaha.

Oleh karena itu, edukasi dan perangkulan dinilai jauh lebih efektif ketimbang memberikan hukuman yang merusak masa depan mereka.

"Kami ingin menyelamatkan mereka (para remaja) agar menjadi pribadi yang lebih baik," kata AKBP Wahyu Suryo Setiawan.

Sementara itu, Kepala Dinas Sosial P3AP2KB Kabupaten Kudus Putut Winarno menambahkan bahwa pembentukan Duta Anak Baik ini akan dibarengi dengan pemantauan serta pendampingan psikososial secara berkesinambungan.

Pihaknya akan berkoordinasi erat dengan sekolah, pemerintah desa, Bhabinkamtibmas, serta Babinsa untuk memastikan para siswa benar-benar siap menjalankan peran barunya di lingkungan masyarakat.

"Dinas Sosial tetap melakukan pemantauan pasca pembinaan melalui koordinasi dengan pemerintah desa, sekolah, Bhabinkamtibmas, Babinsa, dan pihak terkait lainnya," tutur Putut Winarno.

Bagikan ke Teman Anda

Bagikan: WhatsApp Facebook X Telegram
TIA

Penulis

TIA

"Berdedikasi untuk menyajikan informasi yang akurat dan bermanfaat bagi seluruh pembaca SHABDA."

Komentar Pembaca

Tulis Komentar

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama memberikan tanggapan.

Artikel Terkait