Kudus, Shabda.id -- Kenaikan harga sejumlah material konstruksi yang terjadi dalam beberapa bulan terakhir tidak menyurutkan langkah Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kudus dalam memelihara infrastruktur jalan.
Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kabupaten Kudus memastikan, berbagai program pembangunan yang telah direncanakan tetap berjalan di tengah penyesuaian anggaran yang ketat.
Kepala Dinas PUPR Kudus, Harry Wibowo mengaku, adanya lonjakan harga material, terutama aspal, menjadi tantangan yang cukup berat bagi pelaksanaan proyek fisik di lapangan. Kendati demikian, ia menjamin kondisi ini tidak akan mengorbankan kualitas pelayanan publik.
"Kami tetap berupaya menjalankan program yang sudah direncanakan. Memang ada kenaikan harga material yang cukup signifikan, sehingga perlu dilakukan penyesuaian dan evaluasi terhadap beberapa pekerjaan," ujar Harry, Kamis (11/6/2026).
Harry membeberkan, harga aspal yang menjadi komponen utama perbaikan jalan mengalami kenaikan yang sangat tajam jika dibandingkan dengan awal tahun.
Hal ini memaksa timnya untuk meninjau ulang perhitungan anggaran agar tetap sinkron dengan kemampuan keuangan daerah.
"Dulu harga aspal masih sekitar Rp 9.400 per kilogram, sekarang sudah mencapai sekitar Rp 16.400 per kilogram. Karena itu kami melakukan review agar pekerjaan tetap bisa dilaksanakan tanpa mengurangi kualitas." terangnya.
Baca Juga:
Meski dihantam badai kenaikan harga material, progres pembangunan infrastruktur di Kota Kretek justru menunjukkan rapor positif. Hingga pertengahan tahun ini, capaian fisik pekerjaan berhasil melampaui target yang ditetapkan.
"Target fisik semester pertama sekitar 21 persen, sementara realisasinya sudah mencapai 24 persen. Ini menunjukkan pekerjaan di lapangan tetap berjalan dengan baik," kata Harry optimistis.
Sementara untuk realisasi keuangan, PUPR Kudus terus melakukan percepatan serapan. Saat ini, angka serapan anggaran berada di kisaran 16 persen dan diproyeksikan melonjak seiring bergulirnya proyek-proyek besar.
Harry menegaskan, kunci bertahannya infrastruktur Kudus di tengah mahalnya material adalah strategi penanganan dini (early maintenance). Saat ini, tingkat kondisi jalan mantap (baik dan sedang) di Kabupaten Kudus masih terjaga kokoh di angka 92 persen.
"Kami lebih mengutamakan penanganan kerusakan ringan sejak awal. Kalau cepat ditangani, biaya yang dibutuhkan lebih kecil dan kondisi jalan tetap terjaga," imbuhnya.
Untuk menyokong strategi taktis ini, PUPR Kudus menyiagakan empat tim pemeliharaan rutin yang bergerak setiap hari menyisir wilayah.
Tim ini bertugas menambal kerusakan minor sebelum berkembang menjadi lubang besar yang membahayakan pengendara.