SHABDA
Cari berita…
Daerah

Jelang Sidang Vonis Sudewo, APB Klaim 5.000 Pendukung Bakal Datangi PN Tipikor Semarang

Nahidur Rohman
Nahidur Rohman
Jelang Sidang Vonis Sudewo, APB Klaim 5.000 Pendukung Bakal Datangi PN Tipikor Semarang
Sutirto, ketua ormas APB ( Aksi Pati Bangkit) (Foto: Shabda.id)

Mereka ingin menyambut Sudewo kembali ke Pati karena meyakini mantan bupati tersebut akan mendapatkan putusan bebas

Pati, Shabda.id– Organisasi masyarakat Aksi Pati Bangkit (APB) mengklaim sekitar 5.000 pendukung dan relawan Sudewo akan mendatangi Pengadilan Negeri (PN) Tipikor Semarang pada 21 Oktober 2026.

Mereka berencana memberikan dukungan kepada Sudewo menjelang pembacaan putusan dalam perkara hukum yang menjeratnya.

Ketua APB, Sutirto, mengatakan pihaknya memperkirakan puluhan bus akan dikerahkan untuk mengangkut para pendukung dari berbagai wilayah di Kabupaten Pati.

“Kira-kira kami akan mengantisipasi kurang lebih 40 bus. Ditambah bus-bus itu, elf, dan mobil pribadi juga,” kata Sutirto.

Menurutnya, para pendukung yang datang berasal dari sejumlah kecamatan di Kabupaten Pati. Mereka ingin menyambut Sudewo kembali ke Pati karena meyakini mantan bupati tersebut akan mendapatkan putusan bebas.

“Saya seyakin-yakinnya dan optimis sekali Pak Dhewo akan bebas kembali ke Pendopo Kabupaten Pati untuk membangun Pati,” ujarnya.

Sutirto menegaskan, apabila putusan hakim tidak sesuai dengan harapan para pendukung, pihaknya akan terus mengawal proses hukum yang dijalani Sudewo. Ia juga menyatakan dukungan terhadap upaya hukum banding apabila putusan tersebut dinilai merugikan pihak Sudewo.

“Kalau sesuatu yang tidak diinginkan dari putusan itu, kami akan mengawal terus Pak Dhewo. Harus banding, harus banding, harus bebas!” tegasnya.

Ia beralasan, Sudewo masih memiliki dukungan dari masyarakat yang memilihnya dalam Pemilihan Bupati (Pilbup) Pati. Menurut Sutirto, para pendukung tersebut berharap Sudewo dapat kembali memimpin Kabupaten Pati.

Sutirto juga menyoroti kondisi pemerintahan dan pembangunan di Kabupaten Pati setelah Sudewo terseret perkara hukum yang berkaitan dengan dugaan pemerasan dan gratifikasi.

Ia menilai pengelolaan pemerintahan menjadi tidak berjalan optimal dan sejumlah pembangunan mengalami kemacetan.

“Setelah ditinggalkan Pak Dhewo, Pati ditinggalkan amburadul manajemennya, mangkrak pembangunan,” ungkapnya.

Selain pembangunan, Sutirto menyinggung persoalan beasiswa bagi masyarakat kurang mampu yang ingin melanjutkan pendidikan ke jenjang perguruan tinggi. Ia mengklaim program beasiswa tersebut sempat terputus, sebelum akhirnya kembali disalurkan dengan dukungan masyarakat.

Meski demikian, pernyataan tersebut merupakan penilaian Sutirto dan belum disertai data pembanding mengenai kondisi pembangunan maupun keberlanjutan program beasiswa di Kabupaten Pati.

Sutirto kembali menegaskan bahwa koordinasi dengan para pendukung di berbagai kecamatan terus dilakukan untuk mempersiapkan keberangkatan ke Semarang.

“Seluruh warga Kabupaten Pati dari kecamatan-kecamatan itu akan hadir di PN Tipikor untuk menyambut Pak Dhewo pulang kembali ke Kabupaten Pati,” katanya.

Bagikan ke Teman Anda

Bagikan: WhatsApp Facebook X Telegram
Nahidur Rohman

Penulis

Nahidur Rohman

"Berdedikasi untuk menyajikan informasi yang akurat dan bermanfaat bagi seluruh pembaca SHABDA."

Komentar Pembaca

Tulis Komentar

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama memberikan tanggapan.

Artikel Terkait