SHABDA
Cari berita…
Peristiwa

Kebakaran Rumah di Juwana Pati, Satu Balita Meninggal Dunia

Nahidur Rohman
Nahidur Rohman
Kebakaran Rumah di Juwana Pati, Satu Balita Meninggal Dunia
Kebakaran rumah di Juwana Pati (Foto: Shabda.id)

Saat kejadian, korban sedang tidur di kamar, sementara kedua orang tuanya pergi

Pati, Shabda.id- Peristiwa kebakaran sebuah rumah di Desa Growong Lor, Kecamatan Juwana, Kabupaten Pati, Jawa Tengah, pada Ahad 11 Oktober 2026 malam, meninggalkan duka mendalam.

Seorang balita berusia dua tahun empat bulan meninggal dunia setelah mengalami luka bakar serius.

Pelaksana Tugas (Plt) Kapolsek Juwana, IPDA Darmawan, membenarkan adanya kebakaran yang mengakibatkan seorang balita meninggal dunia tersebut.

Menurutnya, kebakaran terjadi sekitar pukul 20.30 WIB. Saat kejadian, korban sedang tidur di kamar, sementara kedua orang tuanya berada di luar rumah.

“Memang benar tadi malam ada kebakaran di Growong Lor. Anak itu sedang tidur. Orang tuanya keluar, ibunya berjualan dan bapaknya pergi membeli token listrik,” kata IPDA Darmawan, Senin 12 Oktober 2026.

Darmawan menjelaskan, api diketahui sudah membesar ketika ibu korban pulang berjualan. Warga yang melihat kejadian tersebut kemudian menghubungi pemerintah desa dan Bhabinkamtibmas untuk meminta bantuan.

Petugas pemadam kebakaran dari Kabupaten Pati selanjutnya dikerahkan ke lokasi untuk melakukan pemadaman. Saat berhasil dievakuasi, korban mengalami luka bakar serius yang diperkirakan mencapai sekitar 80 persen dari tubuhnya. Korban kemudian dibawa ke rumah sakit, tetapi nyawanya tidak tertolong.

Jenazah korban selanjutnya dimakamkan pada malam itu juga.

Sementara itu, Kepala Desa Growong Lor, Narjo, menyebut korban berinisial YP. Kebakaran tersebut terjadi di kamar tidur rumah milik Amat Purwanto, warga RT 02 RW 03, Desa Growong Lor.

Narjo mengatakan, berdasarkan dugaan sementara, api berasal dari obat nyamuk bakar yang berada di dalam kamar. Obat nyamuk tersebut diduga menyulut bahan mudah terbakar hingga api membesar.

“Berdasarkan dugaan sementara, sumber api penyebab kebakaran berasal dari obat nyamuk bakar di dalam kamar. Obat nyamuk itu diduga menyulut bahan mudah terbakar yang berada di dalam kamar korban,” ujar Narjo.

Meski demikian, ia menegaskan bahwa penyebab kebakaran tersebut masih berupa dugaan awal. Warga setempat, Yulian Setyoaji, menuturkan bahwa ketika kejadian, korban sedang tertidur di kamar. Ayah dan kakak korban disebut sedang keluar rumah untuk membeli token listrik.

Yulian mengaku sempat meninggalkan lokasi sebentar. Namun, saat kembali, ia mendapati kamar korban sudah terbakar.

“Anak itu posisi tidur, sementara ayah dan kakaknya keluar beli token listrik sekitar sepuluh menit saja. Saya tinggal sebentar sekitar lima belas menit, dan waktu saya kembali, kamar sudah terbakar,” ujar Yulian.

Menurutnya, api melalap bagian kamar korban, sedangkan bagian rumah lainnya tidak ikut terbakar habis. Sejumlah pemuda setempat sempat berusaha memadamkan api setelah melihat asap mengepul dari kamar tersebut.

Warga kemudian mengevakuasi korban dan membawanya ke rumah sakit untuk mendapatkan pertolongan medis. Namun, korban akhirnya meninggal dunia akibat luka bakar yang dideritanya.

Setelah jenazah tiba di rumah duka, warga bersama keluarga melakukan prosesi pemulasaraan jenazah, tahlil, dan salat jenazah sebelum korban dimakamkan.

Bagikan ke Teman Anda

Bagikan: WhatsApp Facebook X Telegram
Nahidur Rohman

Penulis

Nahidur Rohman

"Berdedikasi untuk menyajikan informasi yang akurat dan bermanfaat bagi seluruh pembaca SHABDA."

Komentar Pembaca

Tulis Komentar

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama memberikan tanggapan.

Artikel Terkait