Pati, Shabda.id -- Polisi akhirnya mengungkap motif memilukan di balik insiden kebakaran rumah milik M (61), warga Dukuh Krasak, Desa Kedungwinong, Kecamatan Sukolilo, Kabupaten Pati, yang terjadi pada Sabtu (13/6/2026) malam.
Rumah tersebut diduga sengaja dibakar oleh anak kandungnya sendiri, MI (27).
Kapolsek Sukolilo, AKP Sahlan mengungkapkan, terduga pelaku nekat melancarkan aksi anarkis tersebut lantaran didera rasa sakit hati. Permintaannya untuk meminta uang sebesar Rp5,5 juta ditolak oleh kedua orang tuanya.
"Motif sementara karena pelaku meminta uang Rp5,5 juta untuk keperluan tukar cincin atau lamaran, namun tidak diberikan oleh orang tuanya," ujar AKP Sahlan.
Sebelum api melalap bangunan rumah, ketegangan hebat ternyata sudah terjadi di internal keluarga tersebut. Berdasarkan keterangan warga sekitar, perselisihan antara MI dan orang tuanya sudah pecah sejak sore hari sebelum insiden kebakaran.
Salah seorang warga setempat, Rasiman membeberkan, terduga pelaku tidak hanya terlibat cekcok mulut, melainkan sempat bertindak brutal dengan mengejar orang tuanya menggunakan senjata tajam.
Baca Juga:
"Sebelum kejadian memang sempat terjadi cekcok. Anaknya mengejar orang tuanya menggunakan senjata tajam," kenang Rasiman.
Warga sekitar menambahkan, MI yang sehari-hari bekerja sebagai perantau ini memang kerap menimbulkan keresahan di lingkungan tetangga, terutama saat berada di bawah pengaruh minuman keras (miras).
"Kalau sedang mabuk biasanya lebih sulit dikendalikan," bisik salah satu warga yang meminta identitasnya dirahasiakan.
Pasca-insiden mencekam tersebut, kedua orang tua pelaku kini terpaksa mengungsi ke rumah anaknya yang lain guna mengamankan diri dan menghindari hal-hal yang tidak diinginkan.
Pihak Polsek Sukolilo bergerak cepat dengan langsung mengamankan MI malam itu juga. Saat ini, pemuda tersebut tengah menjalani pemeriksaan intensif di mapolsek setempat.
"Penyelidikan masih terus dilakukan dengan meminta keterangan sejumlah saksi serta mengumpulkan barang bukti yang berkaitan dengan kasus tersebut," tegas AKP Sahlan.
Meski tidak ada korban jiwa dalam peristiwa fajar membara ini, bagian dapur rumah korban dilaporkan mengalami kerusakan yang cukup parah. Total kerugian materiil akibat amukan api tersebut diperkirakan menembus angka Rp100 juta.