SHABDA
Cari berita…
Lingkungan

Kekeringan Meluas, BPBD Kudus Catat Tambahan Desa yang Butuh Air Bersih

TIA
TIA
Kekeringan Meluas, BPBD Kudus Catat Tambahan Desa yang Butuh Air Bersih
Distribusi air bersih dari BPBD Kudus untuk warga yang mengalami kekeringan di tengah musim kemarau tahun 2026. (Foto: Shabda.id.)

Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Kudus mencatat adanya tambahan wilayah yang kekurangan air di tengah musim kemarau tahun 2026 ini.

Kudus, Shabda.id -- Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Kudus mencatat adanya tambahan wilayah yang kekurangan air di tengah musim kemarau tahun 2026 ini.

Kepala Pelaksana (Kalak) BPBD Kudus, Eko Hari Djatmiko mengungkapkan, sudah ada 4 desa di Kudus yang meminta distribusi air bersih dari BPBD.

Terdiri atas Desa Glagahwaru di Kecamatan Undaan, Desa Setroklangan dan Desa Kedungdowo Kecamatan Kaliwungu, dan Desa Colo Kecamatan Dawe.

Menurutnya, setiap harinya masing-masing desa tersebut mendapat distribusi air sebanyak 10.000 liter air. Namun untuk wilayah Desa Colo, permintaan tambahan air hanya seminggu sekali.

"Di Colo yang terdampak kekurangan air hanya satu RT saja, karena saluran air dari gunung putus untuk warga dan sekarang masih perbaikan. Jadi dropping air hanya seminggu sekali sudah cukup," ungkap Eko saat dimintai keterangan pada Sabtu (30/8/2026).

Di tengah musim kemarau ekstrem ini, BPBD Kudus kembali mendapat surat masuk terkait permintaan dropping air. Surat tersebut berasal dari Desa Larikrejo, Kecamatan Undaan dan diterima BPBD Kudus pada Jumat (28/8/2026).

Sebelum memenuhi permintaan tersebut, tim dari BPBD Kudus akan melakukan proses asesmen terlebih dahulu. Baik itu tentang kondisi sumber air di desa tersebut hingga titik mana saja yang membutuhkan tambahan air bersih.

"Setelah asesmen, baru kami distribusikan sesuai kebutuhan," tegasnya.

"Selama musim kemarau tahun ini, total kami (BPBD Kudus) sudah mendistribusikan air bersih sekitar 115 ribu liter kepada warga yang membutuhkan," imbuh Kalak BPBD Kudus.

Lebih lanjut Eko mengimbau, setiap warga Kudus untuk menggunakan air secukupnya. Terlebih musim kemarau panjang dan ekstrem ini diperkirakan BPBD Kudus berlangsung sampai akhir Oktober 2026.

Bahkan kondisi panas ekstrem ini bisa saja berlanjut lebih lama. Seperti prediksi dari Badan Penanggulangan Bencana Nasional (BPBN) yang memperkirakan musim kemaru tahun 2026 berlangsung sampai akhir November.

Meski demikian Eko menegaskan, masyarakat Kabupaten Kudus tidak perlu cemas terkait fenomena alam ini. BPBD Kudus memastikan, akan terus membantu mendistribusikan air bersih kepada setiap warga yang membutuhkan.

"Ketersediaan air di Kudus cukup dan tidak ada masalah. Selama air dari PDAM mengalir, semuanya aman," pungkasnya.

Bagikan ke Teman Anda

Bagikan: WhatsApp Facebook X Telegram
TIA

Penulis

TIA

"Berdedikasi untuk menyajikan informasi yang akurat dan bermanfaat bagi seluruh pembaca SHABDA."

Komentar Pembaca

Tulis Komentar

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama memberikan tanggapan.

Artikel Terkait