Pati, Shabda.id- Penanganan siswa SMPN 1 Gembong dan MTsN 3 Pati yang mengalami sejumlah keluhan kesehatan setelah menyantap menu Makan Bergizi Gratis (MBG) terus dilakukan, Rabu 09 September 2026.
Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Pati, Luky Pratugas Narimo, mengatakan pihaknya mengerahkan 29 unit ambulans untuk mempercepat proses evakuasi siswa dari wilayah Gembong.
Langkah tersebut dilakukan setelah jumlah siswa yang datang ke Puskesmas Gembong cukup banyak hingga fasilitas kesehatan tersebut mengalami overload.
"Setelah puskesmas juga overload kita arahkan ke Soewondo, sebagian ada di RS Mitra Bangsa," kata Luky.
Berdasarkan laporan sementara dari pihak sekolah, lebih dari 100 siswa dari SMPN 1 Gembong dan MTsN 3 Pati dilaporkan mengalami gejala.
Namun, Luky menegaskan jumlah pasti siswa yang menjalani perawatan di rumah sakit masih belum dapat dipastikan karena proses pendataan masih berlangsung.
"Sepertinya lebih dari seratus, laporan dari sekolah baik dari MTsN 3 Pati maupun SMP 1 Gembong yang bergejala lebih dari 100. Tapi yang dirawat di rumah sakit kami belum bisa memastikan," ujarnya.
Baca Juga:
Keluhan yang dialami para siswa rata-rata berupa mual, pusing dan lemas. Berdasarkan pemantauan sementara, tidak ada siswa yang mengalami kondisi berat hingga pingsan.
Sementara itu, salah satu orang tua siswa SMPN 1 Gembong, Anis, mengaku khawatir setelah mendapat kabar anaknya dibawa ke RSUD RAA Soewondo.
Menurut Anis, anaknya mengonsumsi menu MBG berupa nasi bakar pada Selasa 07 September 2026. Setelah itu, anaknya mengalami mual, mimisan dan buang air besar hingga empat kali.
"Saya dikabari langsung ke RSUD Soewondo. Waswas lah, khawatir. Anak saya katanya sudah baikan, tidak mau diinfus," ungkap Anis.
Ia mengaku kejadian tersebut membuatnya khawatir terhadap program MBG.
"Trauma sih sama MBG ini," ujarnya.
Sementara hingga Rabu siang, para siswa masih mendapatkan penanganan di sejumlah fasilitas kesehatan. Dugaan kaitan dengan menu MBG masih menunggu hasil pemeriksaan dan penelusuran lebih lanjut.