SHABDA
Cari berita…
Peristiwa

Update Dugaan Keracunan MBG di Pati, 40 Siswa Masih Dirawat di Rumah Sakit

Nahidur Rohman
Nahidur Rohman
Update Dugaan Keracunan MBG di Pati, 40 Siswa Masih Dirawat di Rumah Sakit
Dari ratusan, tinggal 40 siswa yang dirawat di rumah sakit di Pati (Foto: Shabda.id)

23 orang dirawat di RSUD RAA Soewondo Pati, 11 orang di RS Mitra Bangsa, dan 6 orang di Puskesmas Gembong

Pati, Shabda.id- Perkembangan terbaru kasus dugaan keracunan makanan yang berkaitan dengan program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Kabupaten Pati mencatat 236 orang mengalami gejala.

Data tersebut berdasarkan pemutakhiran Dinas Kesehatan Kabupaten Pati dengan cut off pada Rabu 09 September 2026 pukul 16.00 WIB.

Dari jumlah tersebut, sebanyak 40 orang menjalani rawat inap di sejumlah fasilitas kesehatan. Rinciannya, 23 orang dirawat di RSUD RAA Soewondo Pati, 11 orang di RS Mitra Bangsa, dan 6 orang di Puskesmas Gembong.

Sementara 174 orang tercatat menjalani rawat jalan.

Rangkaian kejadian bermula setelah para siswa mengonsumsi makanan MBG yang dibagikan pada Selasa 08 September 2026. Setelah makan, kondisi para siswa pada awalnya masih berjalan normal. Namun, pada Selasa malam mulai muncul siswa yang merasakan sakit.

Memasuki Rabu pagi, kondisi serupa kemudian dirasakan lebih banyak siswa saat berada di sekolah. Para siswa yang mengalami gangguan kesehatan selanjutnya mendapatkan penanganan di sejumlah fasilitas kesehatan.

Salah satunya dialami anak Anis, orang tua siswa SMPN 1 Gembong.

Anis mengatakan anaknya mengonsumsi menu MBG berupa nasi bakar pada Selasa. Setelah itu, anaknya mengalami sejumlah gangguan kesehatan, mulai dari mual, mimisan hingga buang air besar (BAB) sebanyak empat kali.

“Tadi saya dikabari langsung ke RSUD Soewondo. Was-was lah, khawatir. Anak saya katanya sudah baikan, tidak mau diinfus,” ujar Anis.

Anis mengaku sempat merasa sangat khawatir setelah mendapat kabar bahwa anaknya harus mendapatkan penanganan di rumah sakit.

Pengalaman tersebut juga membuatnya merasa trauma terhadap makanan MBG.

“Trauma sih sama MBG ini,” katanya.

Hingga kini, Dinas Kesehatan Kabupaten Pati masih melakukan pemantauan serta pendataan terhadap warga yang mengalami gangguan kesehatan.

Jumlah korban juga masih dapat berubah seiring pembaruan laporan dari fasilitas kesehatan.

Kasus tersebut masih berstatus dugaan. Meski gangguan kesehatan muncul setelah para siswa mengonsumsi makanan MBG, penyebab pasti kejadian tersebut masih menunggu hasil pemeriksaan dan penelusuran lebih lanjut dari pihak terkait.

Bagikan ke Teman Anda

Bagikan: WhatsApp Facebook X Telegram
Nahidur Rohman

Penulis

Nahidur Rohman

"Berdedikasi untuk menyajikan informasi yang akurat dan bermanfaat bagi seluruh pembaca SHABDA."

Komentar Pembaca

Tulis Komentar

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama memberikan tanggapan.

Artikel Terkait