SHABDA
Cari berita…
Daerah

Keuangan Internal Mencukupi, Proyek Gedung Kudus Sehat Dipastikan Bebas Utang Bank

TIA
TIA
Keuangan Internal Mencukupi, Proyek Gedung Kudus Sehat Dipastikan Bebas Utang Bank
Proyek pembangunan Gedung Kudus Sehat. (Foto: Shabda.id)

Proyek pembangunan Gedung Kudus Sehat dipastikan bebas dari dana pinjaman atau utang bank, sebab keuangan internal mencukupi.

Kudus, Shabda.id -- Proyek pembangunan Gedung Kudus Sehat yang merupakan pengembangan dari Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) dr. Loekmono Hadi Kabupaten Kudus dipastikan sama sekali tidak menggunakan dana pinjaman atau utang bank.

Sebelumnya, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kudus sempat merencanakan pembangunan gedung enam lantai ini menggunakan dana pinjaman perbankan dengan estimasi sebesar Rp30 miliar hingga Rp80 miliar. Namun, dalam pelaksanaannya rencana tersebut resmi dibatalkan.

Proyek strategis yang menempati lahan Eks Matahari Extention Mall ini sepenuhnya dibiayai secara mandiri menggunakan dana Badan Layanan Umum Daerah (BLUD) RSUD dr. Loekmono Hadi Kudus.

Sekretaris Daerah (Sekda) Kudus, Eko Djumartono menjelaskan, keputusan mengoptimalkan dana internal ini diambil setelah mempertimbangkan perputaran uang dan tren pendapatan rumah sakit daerah yang dinilai masih sangat mencukupi.

"Hasil paparan dari RSUD setelah dihitung kembali tren pendapatan tahun 2026 dan efisiensi belanja, RSUD belum perlu untuk meminjam," ujar Eko saat dikonfirmasi pada Selasa (9/6/2026).

Pihaknya membeberkan, nilai pagu awal proyek Gedung Kudus Sehat awalnya dianggarkan sebesar Rp110 miliar. Nilai tersebut kemudian mengalami efisiensi setelah dilakukan review oleh tim tenaga ahli, sehingga turun menjadi Rp99,6 miliar sebelum memasuki tahapan lelang.

Melalui proses lelang secara terbuka, proyek tersebut akhirnya dimenangkan oleh PT Gala Tama Semarang dengan nilai kontrak final sebesar Rp91,4 miliar.

Pembangunan fisik sendiri telah resmi dimulai sejak 19 Mei 2026 lalu, yang ditandai dengan prosesi peletakan batu pertama (groundbreaking) oleh Bupati Kudus, Sam'ani Intakoris.

"Salah satu alasannya (sepenuhnya memakai dana BLUD) karena hasil proses pengadaan barang dan jasa itu nilai kontraknya Rp91,4 miliar untuk pembangunan gedungnya," tambah Eko.

Proyek megah ini ditargetkan selesai pengerjaannya pada Desember 2026. Pemkab Kudus berharap seluruh proses pembangunan dapat berjalan lancar tanpa kendala dan selesai tepat waktu sesuai target.

Sebagai informasi, Gedung Kudus Sehat akan dibangun setinggi enam lantai ditambah satu lantai semi basement. Menariknya, fungsi gedung ini tidak hanya terbatas pada layanan medis berupa ruang rawat inap VIP dan VVIP saja.

Gedung ini mengusung konsep integrasi yang dilengkapi dengan berbagai fasilitas penunjang, seperti di sisi Utara sebagai area tenant dan pusat perbelanjaan modern.

Kemudian di sisi bawah sebagai ruang khusus bagi pelaku UMKM lokal untuk memasarkan produk-produk khas Kudus.

Lalu di sisi Selatan dan Timur, dijadikan Hotel atau penginapan yang dapat difungsikan komersial sekaligus mengakomodasi kebutuhan tempat tinggal dokter internship serta tenaga medis.

Melalui terobosan konsep terpadu ini, keberadaan Gedung Kudus Sehat diharapkan mampu mengerek kualitas pelayanan kesehatan di Kabupaten Kudus ke level yang lebih tinggi, sekaligus menjadi motor baru dalam mendorong pertumbuhan ekonomi masyarakat sekitar.

Bagikan ke Teman Anda

Bagikan: WhatsApp Facebook X Telegram
TIA

Penulis

TIA

"Berdedikasi untuk menyajikan informasi yang akurat dan bermanfaat bagi seluruh pembaca SHABDA."

Komentar Pembaca

Tulis Komentar

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama memberikan tanggapan.

Artikel Terkait