Pati, Shabda.id- Peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW di SMA PGRI 1 Pati menjadi momentum untuk memberikan penguatan karakter kepada para siswa. Melalui tausiyah, para peserta diajak meneladani akhlak Rasulullah sekaligus menjaga diri dari berbagai persoalan yang dapat merusak masa depan generasi muda.
Kegiatan yang berlangsung Rabu 02 September 2026 itu diikuti seluruh siswa dan guru SMA PGRI 1 Pati. Pihak sekolah mengusung tema “CINTA”, yang merupakan kepanjangan dari Cerdas, Inovatif, Nurani, Terjaga, dan Akhlakul Karimah.
Sejumlah pesan tentang kehidupan remaja disampaikan dalam kegiatan tersebut. Salah satunya mengenai pentingnya memilih lingkungan pergaulan dan menjauhi kenakalan remaja.
Pesan itu disampaikan Aipda Hartono, anggota Polsek Tambakromo yang turut menjadi pengisi acara. Ia mengingatkan siswa agar tidak mudah terbawa lingkungan yang dapat menyeret mereka ke persoalan hukum.
“Materi kali ini saya memberikan nasihat supaya para siswa ini bisa berhati-hati dalam bergaul. Kedua, kenakalan remaja seperti tawuran, gangster, karena kalau sampai menjadi tersangka kena pidana,” ujar Aipda Hartono.
Menurutnya, masa sekolah merupakan waktu yang penting bagi siswa untuk mempersiapkan masa depan. Karena itu, selain menjaga pergaulan, para pelajar juga perlu memperkuat ibadah dan kesungguhan dalam belajar.
Baca Juga:
“Kemudian, ibadah itu sangat penting. Pesan saya belajarlah dengan giat karena ilmu menjadi cahayanya dunia,” katanya.
Selain Aipda Hartono, tausiyah juga disampaikan Habib Sayyid Syauqi Bilfaqih. Kehadiran dua pengisi acara tersebut membuat rangkaian peringatan Maulid berlangsung dengan suasana religius dan penuh nasihat bagi para pelajar.
Kepala SMA PGRI 1 Pati, Sutono, mengatakan tema CINTA sengaja diangkat sebagai bentuk penguatan nilai-nilai yang diharapkan tumbuh dalam diri siswa.
“Temanya CINTA dengan makna kita bisa meneladani Rasulullah. Cinta artinya Cerdas, Inovatif, Nurani, Terjaga, Akhlakul Karimah. Semoga kegiatan Maulid Nabi Muhammad SAW tahun ini membawa keberkahan dan menambah kecintaan kita terhadap Rasulullah SAW,” ungkap Sutono.
Kegiatan kemudian ditutup dengan lantunan sholawat yang dipimpin Aipda Hartono. Para siswa dan guru mengikuti dengan antusias sehingga suasana peringatan Maulid Nabi semakin khidmat.
Melalui kegiatan tersebut, sekolah berharap nilai-nilai keteladanan Rasulullah tidak hanya dipahami dalam kegiatan keagamaan, tetapi juga diterapkan siswa dalam pergaulan, pendidikan, maupun kehidupan sehari-hari.