Kudus, Shabda.id -- Bupati Kudus, Sam’ani Intakoris mendatangi rumah duka korban kebakaran di Desa Getas Pejaten, Kecamatan Jati, Kabupaten Kudus pada Senin (18/05/2026).
Kedatangan bupati didampingi Sekretaris Daerah, jajaran Organisasi Perangkat Daerah (OPD), camat, hingga aparatur sipil negara sebagai bentuk empati kepada keluarga korban yang ditinggalkan.
Diketahui, kebakaran yang terjadi pada dini hari tersebut menyebabkan dua lansia bernama Jono (69) dan Niti (83) meninggal dunia. Keduanya diduga tidak sempat menyelamatkan diri saat api melalap rumah mereka.
"Kami turut berbela sungkawa atas meninggalnya Bapak Jono dan Ibu Niti. Semoga keluarga yang ditinggalkan diberi ketabahan," ujar Sam'ani saat melayat di rumah duka.
Ia mengatakan, penyebab pasti kebakaran hingga kini masih dalam proses penyelidikan petugas. Setiap kemungkinan masih diselidiki oleh pihak berwajib.
Menurutnya, kondisi cuaca yang panas dalam beberapa waktu terakhir turut meningkatkan risiko terjadinya kebakaran di lingkungan permukiman warga.
"Walaupun masih turun hujan, suhu panas yang cukup ekstrem tetap harus diwaspadai karena bisa memicu kebakaran. Masyarakat harus lebih hati-hati," katanya.
Selain mengingatkan soal kewaspadaan terhadap api, Sam'ani juga menyoroti pentingnya kepedulian sosial di lingkungan sekitar, khususnya terhadap warga lanjut usia yang tinggal sendiri.
Ia meminta masyarakat, perangkat desa, RT, hingga RW lebih aktif melakukan pemantauan terhadap kondisi warga agar penanganan cepat bisa dilakukan ketika terjadi keadaan darurat.
Bupati juga mengimbau agar kegiatan siskamling kembali digalakkan sebagai upaya menjaga keamanan dan memperkuat kepedulian antarwarga.
Baca Juga:
"Kami minta siskamling dihidupkan lagi dengan melibatkan Polsek, Koramil, dan kecamatan supaya masyarakat bisa saling menjaga dan lebih sigap saat ada kejadian," ungkapnya.
Sementara itu, Kapolres Kudus Heru Dwi Purnomo melalui Kapolsek Jati AKP Hadi Noor Cahyo menjelaskan, kebakaran pertama kali diketahui sekitar pukul 01.00 WIB setelah warga mendengar suara gaduh dari arah rumah korban.
Saat warga mendatangi lokasi, api disebut sudah membesar dan membakar sebagian besar bangunan rumah berukuran sekitar 10 x 8 meter tersebut.
"Korban ditemukan di dua tempat berbeda, satu di kamar mandi dan satu lagi di kamar depan," jelas AKP Hadi.
Warga sempat berupaya memadamkan api menggunakan peralatan seadanya sebelum petugas pemadam kebakaran tiba di lokasi kejadian.
Tak lama kemudian, tiga armada pemadam diterjunkan, terdiri dari dua unit Damkar Satpol PP Kudus dan satu unit tangki BPBD Kudus untuk melakukan pemadaman.
Termasuk Forum Relawan Penanggulangan Bencana (FRPB) Kudus bersama unsur gabungan lainnya yang ikut berupaya menangani kebakaran sampai pagi.
Api akhirnya berhasil dikendalikan sekitar pukul 02.05 WIB. Setelah proses pendinginan selesai dilakukan, petugas menemukan kedua korban dalam kondisi meninggal dunia di dalam rumah.
Selanjutnya, Tim Inafis Polres Kudus melakukan olah tempat kejadian perkara guna memastikan sumber api sekaligus mengumpulkan barang bukti dari lokasi kebakaran.
Jenazah kedua korban kemudian dievakuasi ke RSUD Loekmono Hadi Kudus menggunakan ambulans relawan untuk dilakukan pemeriksaan medis lebih lanjut.
Berdasarkan hasil pemeriksaan dokter, kedua korban mengalami luka bakar berat hingga mencapai 100 persen.