Kudus, Shabda.id - Proses evakuasi terhadap J, pendaki yang terjatuh di Gunung Argopiloso, Desa Japan, mulai menemui titik terang namun menghadapi tantangan berat.
Kepala Desa Japan Sigit Tri Harso mengonfirmasi bahwa korban telah ditemukan oleh tim relawan di dasar jurang pada pukul 10.00 WIB.
Berdasarkan laporan dari lokasi kejadian, korban terperosok ke dalam jurang dengan kedalaman mencapai 100 meter setelah kehilangan keseimbangan di tanjakan akar pohon di atas Pos 4.
Meskipun terjatuh dari ketinggian yang cukup ekstrem, kondisi fisik korban dilaporkan masih sadar.
"Korban sudah ditemukan sekitar jam sepuluh tadi di atas Pos 4. Secara fisik, kaki dan tangan terpantau aman (tidak ada patah tulang terbuka), namun bagian leher mengalami cidera," terang Kades Japan saat dibubungi media ini.
Baca Juga:
Karena adanya indikasi cedera serius pada bagian leher atau tulang belakang, tim di lapangan tidak bisa mengevakuasi korban secara sembarangan. Saat ini, relawan dari Satgas Siaga Japan dan Sedulur Relawan masih berada di titik koordinat sembari menunggu bantuan alat medis dan tandu khusus (spinal board) untuk memastikan posisi tubuh korban tetap stabil saat diangkat ke atas.
"Ini masih menunggu alat (evakuasi). Kami harus sangat berhati-hati karena cedera leher memerlukan penanganan khusus agar tidak berakibat fatal saat dibawa turun," tambahnya.
Sebelumnya, J (20) warga Bakalan krapyak, beserta dua rekannya, Z (20) warga Temulus dan AF (17) warga Ngembal, melakukan pendakian pada pukul 03.00 WIB demi mengejar matahari terbit.
Kelelahan fisik diduga menjadi penyebab utama korban terpeleset di medan yang dikenal licin dan terjal tersebut.
Informasi awal kecelakaan ini bermula dari laporan rekan korban ke warung milik Pak Komeng di Rejenu, yang kemudian langsung berkoordinasi dengan Pemerintah Desa Japan dan pihak kepolisian.
Hingga berita ini diturunkan, puluhan relawan gabungan masih bersiaga di jalur pendakian guna membantu proses pengangkatan korban dari dasar jurang menuju titik aman di bawah.