Kudus, Shabda.id- Semarak peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 Republik Indonesia dirayakan berbagai kalangan di Kabupaten Kudus.
Salah satunya datang dari Paguyuban Silaturahmi Nur Dzat Sejati Masyarakat Madura di Kudus, yang sukses menggelar Turnamen Catur Merdeka Cup di Aula Kecamatan Kota Kudus, Ahad 02 Juli 2026.
Ajang adu strategi ini tidak hanya menjadi panggung bagi para pecinta catur, tetapi juga wadah efektif untuk memperkenalkan paguyuban sekaligus mempererat kebersamaan antarwarga lintas daerah.
Ketua Paguyuban Pedagang Warung Madura Kabupaten Kudus, Asim, mengungkapkan bahwa antusiasme peserta sangat luar biasa.
Tercatat ada sekitar 150 peserta dari berbagai daerah yang ambil bagian memperebutkan total hadiah senilai Rp6 juta.
"Peserta tidak hanya berasal dari Kudus, tetapi juga datang dari Pati, Rembang hingga Semarang. Ini menunjukkan antusiasme masyarakat terhadap turnamen cukup tinggi," kata Asim.
Dalam turnamen kali ini, panitia mempertandingkan tiga kategori berbeda, yaitu, kategori umum Non master, kategori anggota Organisasi Kemasyarakatan (Ormas) dan kategori Junior tingkat SD dan SMP.
Asim menegaskan, tujuan utama di balik penyelenggaraan turnamen ini bukanlah semata-mata mencari siapa yang keluar sebagai juara.
Baca Juga:
Lebih dari itu, kegiatan ini dirancang sebagai sarana mempererat tali silaturahmi antara anggota paguyuban, komunitas pecatur, dan masyarakat luas.
"Kami ingin paguyuban ini semakin dikenal masyarakat. Melalui kegiatan seperti ini kami ingin menunjukkan bahwa keberadaan paguyuban tidak hanya menjadi tempat berkumpul warga Madura, tetapi juga bisa memberikan manfaat bagi masyarakat luas," tuturnya.
Paguyuban Silaturahmi Nur Dzat Sejati dibentuk sebagai wadah komunikasi dan kebersamaan warga Madura di Kudus. Saat ini, jumlah anggotanya telah mencapai 114 orang dan terus bertambah.
Banyak warga Madura yang antusias bergabung untuk mencari wadah bertukar informasi, mempererat persaudaraan, sekaligus membangun hubungan harmonis dengan warga lokal.
"Harapan kami, dengan adanya paguyuban ini seluruh anggota bisa saling terbuka, saling membantu, dan terus berbuat kebaikan sehingga keberadaan masyarakat Madura di Kudus semakin diterima dan memberi manfaat bagi lingkungan sekitar," terangnya.
Selain fokus pada kegiatan sosial dan kebersamaan, paguyuban ini juga menunjukkan komitmen kuat dalam menjaga kerukunan ekonomi di Kudus.
Salah satu langkah nyatanya adalah dengan mengatur jarak antar-pedagang Warung Madura agar tidak memicu persaingan tidak sehat, baik dengan pedagang lokal maupun sesama anggota.
"Kami ingin menciptakan suasana yang harmonis. Karena itu, kami mengatur jarak antarpedagang agar tidak saling berebut pelanggan. Dengan begitu, usaha bisa berjalan berdampingan dan hubungan dengan masyarakat lokal tetap terjaga," jelas Asim.
Ke depan, pihaknya berharap Turnamen Catur Merdeka Cup dapat menjadi agenda rutin tahunan. Ajang ini diharapkan tidak hanya melahirkan bibit-bibit pecatur berprestasi, tetapi juga terus merawat persaudaraan lintas daerah dan menyalakan semangat kebersamaan di bumi Kudus.