Kudus, Shabda.id -- Di tengah hiruk-pikuk aktivitas jual beli pada Selasa (16/6/2026) pagi, Bupati Kudus Sam'ani Intakoris melakukan inspeksi mendadak sekaligus menyapa para pedagang di Pasar Bitingan.
Selain untuk memastikan stabilitas harga bahan pokok di pasaran, orang nomor satu di Kudus ini juga memanfaatkan momentum tersebut untuk berdialog langsung dan mendengarkan beragam keluhan serta harapan pedagang terkait rencana penataan pasar oleh pemerintah daerah.
Bupati Sam'ani mengungkapkan, berdasarkan pantauannya di lapangan, kondisi harga kebutuhan pokok di Kudus saat ini relatif aman dan terkendali.
"Kita jalan kaki sambangi masyarakat termasuk para pedagang yang ada di Pasar Bitingan dan kita melihat juga termasuk harga-harga bahan pokok di Kabupaten Kudus. Alhamdulillah kondisi bahan-bahan pokok di Kabupaten Kudus cenderung baik, inflasi juga baik," paparnya di sela-sela kunjungan.
Kendati demikian, Sam'ani tidak menampik berbagai respons para pedagang terhadap kebijakan penataan dan rencana relokasi pasar cukup beragam. Menurutnya, pro dan kontra merupakan hal yang wajar dalam dinamika bermasyarakat.
"Tadi beberapa kami tanya kepada pedagang, intinya manut dari pemerintah. Ada sebagian yang tanya kok dipindah kenapa, ada yang mungkin protes dan sebagainya. Inilah bentuk dinamika masyarakat, kita tampung, kita evaluasi dan nanti kita akan lakukan beberapa langkah," terangnya.
Bupati menegaskan, tujuan utama dari penataan pasar ini tidak lain adalah untuk meningkatkan kenyamanan para pedagang itu sendiri dalam beraktivitas.
Pemkab Kudus ingin memastikan seluruh pedagang memiliki tempat usaha yang lebih layak, aman, dan memiliki izin resmi.
Baca Juga:
Menanggapi aspirasi pedagang yang mengusulkan pembangunan pasar baru, Sam'ani menyatakan bahwa pemerintah daerah berkomitmen untuk mengkajinya secara mendalam.
Namun, ia mengingatkan bahwa proses tersebut harus menyesuaikan dengan kemampuan keuangan daerah serta mekanisme perencanaan yang berlaku.
"Kita kaji selama kemampuan keuangan daerah ada. Prosesnya kan panjang, harus lewat RPJMD, harus di RKPD, ada beberapa tahapan-tahapan," jelas Sam'ani.
Lebih lanjut, Pemkab Kudus juga terus berupaya mendorong pengembangan pasar tradisional agar menjadi lebih modern, bersih, dan terintegrasi.
Salah satu langkah konkret yang ditempuh adalah dengan mengajukan bantuan anggaran pembangunan kepada pemerintah pusat.
"Kita buat konsep bagaimana pasar itu satu lantai, bersih, terintegrasi, dan pengelolaan sampahnya juga baik," tambahnya.
Di akhir kunjungannya, Sam'ani mengakui bahwa daya beli masyarakat saat ini sedikit mengalami penurunan akibat kondisi ekonomi global.
Meski begitu, ia menilai roda perekonomian di pasar tradisional Kudus masih berputar dengan cukup baik.
"Daya beli masyarakat memang agak menurun sedikit karena kondisi situasi seperti itu. Karena ekonomi mungkin berdampak, tapi pada prinsipnya pedagang masih bisa mendapatkan pendapatan yang baik," pungkasnya.