SHABDA
Cari berita…
Event

Sukses Sedot Ratusan Karya, Ini Film Peraih Juara di Sinema Anak Bangsa IPMAFA 2026

TIA
TIA
Sukses Sedot Ratusan Karya, Ini Film Peraih Juara di Sinema Anak Bangsa IPMAFA 2026
Puncak acara Awarding dan Screening Film KPI IPMAFA Pati. (Foto: Shabda.id)

Kompetisi perfilman bertajuk "Sinema Anak Bangsa" yang diselenggarakan IPMAFA berhasil menyedot antusias ratusan karya, berikut ini peraih juara kompetisi ini.

Pati, Shabda.id -- Fakultas Dakwah dan Pengembangan Masyarakat di Institut Pesantren Mathali'ul Falah (IPMAFA), Kabupaten Pati, sukses menggelar ajang kompetisi perfilman bertajuk "Sinema Anak Bangsa" pada Selasa (30/6/2026).

Kompetisi ini menjadi wadah strategis dalam menyalurkan sekaligus mengembangkan kreativitas generasi muda di bidang sinematografi.

Dekan Fakultas Dakwah dan Pengembangan Masyarakat IPMAFA, Isyrokh Fuaidi mengungkapkan, antusiasme peserta pada tahun ini mengalami lonjakan yang cukup signifikan.

Dari total 127 karya film yang mendaftar, panitia melakukan proses kurasi dan penyaringan ketat hingga terpilih 76 film yang berhak masuk ke tahap penilaian akhir.

"Ini merupakan agenda rutin yang diselenggarakan oleh Program Studi (prodi) Komunikasi dan Penyiaran Islam (KPI). Tujuannya untuk memperkuat kualitas dunia broadcasting sekaligus menjadi ajang adu kreativitas sinema di tingkat lokal maupun nasional," ujar Isyrokh usai acara penyerahan penghargaan kepada para pemenang di Kampus IPMAFA, Pati.

Ia menambahkan, para peserta datang dari berbagai latar belakang, mulai dari pelajar SMA/SMK sederajat, mahasiswa, hingga rumah produksi profesional dari wilayah Kabupaten Pati maupun luar daerah.

Tingginya minat ini dinilai sebagai bukti besarnya kreativitas generasi muda, khususnya Generasi Z, dalam mengoptimalkan teknologi digital.

"Animo tahun ini jauh lebih besar dibanding tahun lalu. Ke depan, kami berharap kepesertaan ajang ini bisa semakin meluas, bahkan mampu berkembang hingga ke tingkat internasional," harapnya.

Untuk menjaga objektivitas dan kualitas kompetisi, panitia menghadirkan dua juri profesional, yakni Fajar Adhi Kurniawan dan Dhanang Hery Wibisono.

Dhanang menjelaskan bahwa proses penilaian dibagi menjadi dua kategori utama, yaitu kategori pelajar dan kategori umum.

Pada kategori umum, sebuah film berjudul "Kodok Ning Jero Batok" berhasil memikat perhatian dewan juri dan keluar sebagai pemenang lantaran dinilai kuat dalam mengangkat realitas sosial masyarakat.

"Film yang menjadi juara ini mampu menggambarkan kondisi lingkungan masyarakat yang mungkin tidak ideal, namun dikemas dengan sangat relevan dengan potret kehidupan sehari-hari," ungkap Dhanang.

Secara singkat, film tersebut mengisahkan dilema seorang anak yang kebingungan dalam menentukan cita-cita masa depannya karena tumbuh besar di lingkungan yang dipenuhi konflik sosial, seperti isu perselingkuhan hingga bahaya penyalahgunaan narkoba.

Kekuatan narasi dan cara penyampaian pesan itulah yang menjadi nilai tambah utama bagi film tersebut.

Melalui stimulus kompetisi seperti ini, Dhanang berharap industri kreatif lokal terus produktif melahirkan karya-karya visual yang edukatif sebagai alternatif tontonan di tengah derasnya arus konten media sosial saat ini.

"Semoga kegiatan ini rutin memicu hadirnya pilihan tontonan yang berkualitas bagi masyarakat. Semakin banyak film bermutu yang diproduksi, maka kualitas literasi tontonan masyarakat kita juga akan semakin meningkat," pungkasnya.

Bagikan ke Teman Anda

Bagikan: WhatsApp Facebook X Telegram
TIA

Penulis

TIA

"Berdedikasi untuk menyajikan informasi yang akurat dan bermanfaat bagi seluruh pembaca SHABDA."

Komentar Pembaca

Tulis Komentar

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama memberikan tanggapan.

Artikel Terkait