Penjual Lontong di Kebolampang Mengaku Syok Warungnya Viral Gegara Retribusi Rp840 Ribu
Awalnya mengira tagihan tersebut merupakan pajak karena saat penarikan tidak ada penjelasan dari petugas mengenai dasar maupun peruntukannya
Awalnya mengira tagihan tersebut merupakan pajak karena saat penarikan tidak ada penjelasan dari petugas mengenai dasar maupun peruntukannya
Setelah dana dicairkan, Subari mengaku diminta menyerahkan Rp300 ribu. Meski keberatan, ia mengaku tetap memberikan uang tersebut
Pertandingan yang dimulai pukul 02.00 WIB itu berlangsung seru hingga menghasilkan Spanyol sebagai juara dunia
Tidak hanya membebaskan biaya belajar, para santri juga mendapatkan seragam tanpa dipungut biaya
Identitas lengkap korban maupun kronologi kejadian juga masih menunggu keterangan resmi dari pihak kepolisian
Warga Desa Talun, Kecamatan Kayen, Kabupaten Pati, digegerkan dengan penemuan seorang warga yang telah meninggal dunia dalam kondisi membusuk di rumahnya pada Sabtu (18/7/2026) sekitar pukul 09.00 WIB.
Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPUTR) Kabupaten Pati membantah informasi yang beredar di media sosial terkait seorang pedagang lontong sayur di Desa Kebolampang, Kecamatan Winong, yang disebut dikenai pajak sebesar Rp840 ribu.
Pendiri komunitas sosial Relawan Pencari Berkah (RPB) yang bergerak di bidang kemanusiaan dan kegiatan sosial.
Kerusakan bermula ketika longsor dari tebing di belakang sekolah menyebabkan batu berukuran besar menghantam salah satu bangunan
Selain menyiapkan dapur umum, pemerintah desa juga menyiagakan dua unit perahu mitigasi untuk membantu evakuasi warga maupun distribusi bantuan ke wilayah yang sulit dijangkau
Selain menjadi hiburan bagi masyarakat, kegiatan tersebut juga membawa berkah bagi pelaku usaha kuliner di sekitar lokasi
Hingga saat ini jaksa masih mencermati kelengkapan berkas perkara yang dilimpahkan penyidik dari Polresta Pati sebelum proses penuntutan dilanjutkan