SHABDA
Cari berita…
Kebencanaan

Diprediksi Berlanjut hingga November, Pemkab Siapkan Solusi Jangka Panjang Atasi Kekeringan

Nahidur Rohman
Nahidur Rohman
Diprediksi Berlanjut hingga November, Pemkab Siapkan Solusi Jangka Panjang Atasi Kekeringan
Plt Bupati Pati saat mendampingi Wakil Gubernur Jawa Tengah droping air bersih (Foto: Shabda.id)

Salah satunya dengan memperluas jaringan Perusahaan Umum Daerah Air Minum (Perumda Air Minum) Tirta Bening Pati ke wilayah-wilayah yang selama ini rawan mengalami kekurangan air

Pati, Shabda.id- Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Pati menyiapkan sejumlah langkah untuk menghadapi kekeringan yang diprediksi masih berlangsung hingga November 2026.

Selain memaksimalkan distribusi air bersih ke desa-desa terdampak, Pemkab Pati mulai menyiapkan solusi jangka panjang agar persoalan kekurangan air tidak terus berulang setiap musim kemarau.

Plt Bupati Pati Risma Ardhi Chandra mengatakan, berdasarkan prakiraan Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), kondisi kekeringan masih berpotensi berlangsung hingga akhir November.

Karena itu, Pemkab Pati terus melakukan pendistribusian air bersih untuk memenuhi kebutuhan masyarakat di wilayah terdampak.

"Kami masih tetap terus berupaya untuk pengiriman air-air bersih, entah dari CSR maupun dari dana BTT yang sudah kami siapkan untuk menangani kekeringan ini," ungkap Chandra saat mendampingi Wakil Gubernur Jawa Tengah Taj Yasin Maimoen, pada Selasa 06 Oktober 2026 kemarin.

Menurutnya, distribusi air bersih menjadi langkah jangka pendek yang terus dilakukan selama masyarakat masih mengalami kesulitan mendapatkan air.

Namun, Pemkab Pati tidak ingin penanganan hanya berhenti pada pengiriman air menggunakan truk tangki.

Chandra mengatakan, pemerintah daerah mulai menyiapkan sejumlah langkah jangka panjang untuk mengatasi persoalan kekeringan secara lebih permanen.

Salah satunya dengan memperluas jaringan Perusahaan Umum Daerah Air Minum (Perumda Air Minum) Tirta Bening Pati ke wilayah-wilayah yang selama ini rawan mengalami kekurangan air.

"Kekeringan ini harus kita tangani secara tuntas. Makanya kami sudah berkoordinasi dengan PDAM terkait jaringan-jaringan yang bisa diperluas," jelasnya.

Saat ini, kata Chandra, jumlah pelanggan PDAM Pati mencapai sekitar 47.000 pelanggan. Pemkab Pati juga telah menyiapkan anggaran untuk mendukung perluasan jaringan tersebut sehingga pelayanan air bersih dapat menjangkau lebih banyak wilayah yang terdampak kekeringan.

"Saat ini PDAM Pati memiliki sekitar 47.000 pelanggan, dan kami sudah menganggarkan untuk memperluas jaringan agar menjangkau wilayah yang membutuhkan," imbuhnya.

Selain perluasan jaringan PDAM, desalinasi air juga menjadi salah satu opsi yang dipertimbangkan untuk mendukung penyediaan air baku, terutama di wilayah yang memiliki sumber air payau.

Langkah tersebut menjadi bagian dari upaya pemerintah mencari solusi yang tidak hanya bersifat sementara, tetapi dapat memberikan akses air bersih secara berkelanjutan kepada masyarakat.

62 Desa di 11 Kecamatan Terdampak

Berdasarkan data Pemkab Pati, saat ini terdapat sekitar 62 desa yang tersebar di 11 kecamatan mengalami dampak kekeringan. Kondisi tersebut membuat puluhan ribu warga mengalami kesulitan mendapatkan air bersih untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari.

Pemkab Pati pun terus berkoordinasi dengan berbagai pihak untuk mempercepat distribusi bantuan air bersih, termasuk melalui dukungan dana CSR maupun Belanja Tidak Terduga (BTT).

Di sisi lain, pemerintah daerah juga berupaya meningkatkan kesiapan armada distribusi karena kebutuhan air bersih di sejumlah desa masih tinggi.

Penanganan jangka pendek tersebut akan terus dilakukan selama kondisi kekeringan masih berlangsung.

Pemkab Pati berharap hujan yang diperkirakan mulai turun pada November dapat membantu mengakhiri krisis air di sejumlah wilayah. Namun, pembangunan dan perluasan infrastruktur air bersih tetap disiapkan sebagai langkah jangka panjang agar masyarakat tidak terus bergantung pada bantuan tangki setiap kali musim kemarau datang.

Dengan demikian, penanganan kekeringan di Pati tidak hanya dilakukan dengan mengirim air saat krisis terjadi, tetapi juga diarahkan pada penyediaan jaringan dan sumber air yang dapat digunakan masyarakat secara berkelanjutan.

Bagikan ke Teman Anda

Bagikan: WhatsApp Facebook X Telegram
Nahidur Rohman

Penulis

Nahidur Rohman

"Berdedikasi untuk menyajikan informasi yang akurat dan bermanfaat bagi seluruh pembaca SHABDA."

Komentar Pembaca

Tulis Komentar

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama memberikan tanggapan.

Artikel Terkait