Pati, Shabda.id- Peternak unggas di Kabupaten Pati menuntut agar telur hasil produksi peternak lokal dapat diserap dalam program Makan Bergizi Gratis (MBG). Tuntutan itu disampaikan dalam aksi demonstrasi di depan Kantor Kabupaten Pati, Senin 10 Agustus 2026.
Ketua Asosiasi Peternak Unggas Kabupaten Pati, Dwi Agus Siswanto, mengatakan telur dari peternak rakyat hingga kini belum terserap oleh Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG).
“Telur dari peternak rakyat belum terserap juga oleh SPPG. Karena SPPG saya enggak tahu ini pemikirannya seperti apa,” ujar Dwi Agus.
Menurutnya, pihak asosiasi sebelumnya telah beberapa kali berdiskusi dengan pemerintah daerah maupun pihak SPPG. Namun, pertemuan tersebut belum menghasilkan kesepakatan dalam bentuk nota kesepahaman (MoU).
“SPPG sudah pernah dikumpulkan tapi tidak terkait MoU, tapi hanya peringatan saja,” katanya.
Dwi Agus menyebut kondisi tersebut membuat peternak kecewa. Sebab, menurutnya, telur dari peternak lokal belum terserap, sementara SPPG disebut masih mengambil telur dari luar daerah, termasuk Jawa Timur.
Baca Juga:
“Malahan ambil telur dari Jawa Timur,” ungkapnya.
Ia mengatakan persoalan tersebut sudah berlangsung sekitar empat bulan, sejak setelah Lebaran hingga saat ini. Berbagai pembahasan dengan pemerintah daerah maupun pemerintah pusat, kata dia, juga telah dilakukan.
“Kita sudah diskusi berkali-kali sama pemda, sama pusat juga sudah ada imbauan, tapi kenyataannya tidak terealisasikan,” ujarnya.
Dwi Agus menegaskan aksi yang dilakukan peternak kali ini merupakan bentuk kekecewaan terhadap kondisi tersebut.
“Kami menyampaikan kekecewaan kami bahwa SPPG mengabaikan apa yang telah kami sampaikan di dalam ruangan sidang waktu itu,” tegasnya.
Dwi Agus berharap tuntutan peternak kali ini benar-benar mendapat perhatian dan tidak kembali berhenti pada pembahasan atau peringatan.
“Untuk kali ini sudah komitmen bersama, kami tidak mau janji-janji terus,” pungkasnya.