Pati, Shabda.id- Penanganan terhadap siswa SMPN 1 Gembong dan MTsN 3 Pati yang mengalami gejala gangguan kesehatan usai menyantap menu Makan Bergizi Gratis (MBG) masih berlangsung hingga Rabu (9/9/2026) siang.
Sebanyak 138 siswa tercatat telah masuk dan mendapatkan penanganan medis di RSUD RAA Soewondo Pati. Jumlah tersebut merupakan data pasien yang ditangani di RSUD Soewondo dan belum termasuk siswa yang mendapat perawatan di rumah sakit lain.
Direktur RSUD RAA Soewondo Pati, Ahmad Huseen, mengatakan hingga Rabu siang terdapat 138 siswa yang masuk ke rumah sakit tersebut.
"Yang masuk ke sini tercatat 138," kata Ahmad saat ditemui di RSUD RAA Soewondo Pati.
Meningkatnya jumlah pasien membuat kondisi rumah sakit menjadi padat. Bahkan, seluruh ruang perawatan yang tersedia disebut telah terisi.
Untuk mengantisipasi keterbatasan ruang rawat, pihak rumah sakit memanfaatkan Aula Seruni sebagai lokasi sementara untuk menampung dan memberikan perawatan kepada para siswa.
Baca Juga:
"Ini di ruang Aula Seruni karena ruangan rawat kita penuh semua, sementara kita tempatkan di aula," jelasnya.
Ahmad memastikan seluruh siswa tetap mendapatkan penanganan medis sesuai dengan kondisi dan tingkat gejala yang dialami.
Bagi siswa yang mengalami muntah hingga sekitar 10 kali, petugas medis langsung memberikan infus. Sementara siswa dengan gejala yang lebih ringan terlebih dahulu menjalani evaluasi sebelum mendapatkan tindakan medis.
"Kita taruh di kasur dulu," ujarnya.
Pihak rumah sakit juga telah menyiapkan langkah antisipasi apabila jumlah pasien terus bertambah dan kapasitas tempat tidur kembali tidak mencukupi.
"Nanti kalau kurang mau dipinjami dari TNI," kata Ahmad.
Hingga Rabu siang, proses pemeriksaan dan penanganan terhadap para siswa masih berlangsung. Sementara itu, penyebab pasti munculnya gangguan kesehatan yang dialami para siswa setelah menyantap menu MBG masih dalam proses pemeriksaan dan penelusuran oleh pihak terkait.