SHABDA
Cari berita…
Pendidikan

Sempat Disorot Soal Anggaran dan Pengecoran Manual, Ini Penjelasan Kepala SDN 4 Undaan Kidul

TIA
TIA
Sempat Disorot Soal Anggaran dan Pengecoran Manual, Ini Penjelasan Kepala SDN 4 Undaan Kidul
Proyek revitalisasi fasilitas di SDN 4 Undaan Kidul, Kecamatan Undaan, Kabupaten Kudus pada Kamis (10/9/2026). (Foto: Shabda.id.)

Proyek revitalisasi fasilitas di SDN 4 Undaan Kidul, Kecamatan Undaan, Kabupaten Kudus, tengah menjadi sorotan publik.

Kudus, Shabda.id -- Proyek revitalisasi fasilitas di SDN 4 Undaan Kidul, Kecamatan Undaan, Kabupaten Kudus, tengah menjadi sorotan publik.

Sorotan ini muncul setelah adanya penyesuaian anggaran serta penggunaan metode pengecoran manual tanpa mesin molen dalam pengerjaan fisiknya.

Anggaran proyek yang bersumber dari Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) RI ini awalnya direncanakan sebesar Rp1,1 miliar.

Namun, setelah proses pengecekan ulang (MC-0) oleh pihak kementerian terkait kondisi kerusakan di lapangan, nilainya disesuaikan menjadi Rp984.989.944,29.

Kepala SDN 4 Undaan Kidul, Arif Wijayanto, membeberkan alasan terjadinya perubahan besaran dana bantuan tersebut.

"Untuk anggaran yang pertama itu Rp1,1 M saat pengajuan kita. Terus setelah MC-0, pengecekan ulang di lokasi ada keretakan dan yang lainnya itu turun menjadi Rp900 juta sekian," jelas Arif saat ditemui di lokasi sekolah, Kamis (10/9/2026).

Arif menekankan, seluruh tahapan alur bantuan revitalisasi ini tetap mengacu pada mekanisme resmi.

Terkait penggunaan tenaga kerja manual tanpa mesin molen saat pengecoran, ia menerangkan hal itu terpaksa dilakukan karena kendala ruang gerak di area sekolah.

"Di sini karena lokasinya sangat sempit, jadi penambahan ruang kelas ke atas. Lokasinya sempit dan material memadati area, tapi kami pastikan proses revitalisasi terus dipantau agar berjalan optimal," tegasnya.

Ia mengungkapkan, pengerjaan fisik sekolah ini meliputi perbaikan dua ruang kelas dengan mengubah atap genteng menjadi dak beton, renovasi dua kelas lainnya, perbaikan toilet lama, serta pembangunan toilet baru.

Pembangunan dengan kontrak pekerjaan selama 120 hari ini ditargetkan rampung pada 19 November 2026 mendatang. Hingga Kamis (10/9/2026), progres pengerjaan telah menyentuh angka 30 persen.

Di samping itu, dampak pembongkaran gedung membuat 98 siswa SDN 4 Undaan Kidul harus menumpang belajar di tempat lain sejak akhir Juli lalu.

Arif mengungkapkan, siswa kelas 1-4 terpaksa mengikuti Kegiatan Belajar Mengajar (KBM) di rumah warga dan guru, sementara siswa kelas 5-6 menempati Musala Baitul Muttaqin.

"Saat ini siswa belajar di rumah guru, rumah warga dan musala. Total siswa kita ada 98 anak. Kita pindahkan karena lokasinya juga tidak memungkinkan untuk dilangsungkan pembelajaran di sekolah," ungkap Arif.

Meski tempat belajar sementara dinilai kurang ideal, pihak sekolah mengupayakan aktivitas siswa tetap berjalan lancar, termasuk pemenuhan gizi harian.

"Untuk MBG juga tetap dapat dan SPPG mau untuk mengantarkan ke sini. Semoga nanti setelah revitalisasi selesai, anak-anak bisa belajar dengan lebih nyaman dengan bangunan baru," pungkasnya.

Bagikan ke Teman Anda

Bagikan: WhatsApp Facebook X Telegram
TIA

Penulis

TIA

"Berdedikasi untuk menyajikan informasi yang akurat dan bermanfaat bagi seluruh pembaca SHABDA."

Komentar Pembaca

Tulis Komentar

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama memberikan tanggapan.

Artikel Terkait