Kudus, Shabda.id -- Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kudus terus berkomitmen meningkatkan kualitas pelayanan kesehatan masyarakat.
Salah satu langkah nyatanya adalah melalui proyek renovasi menyeluruh Puskesmas Jekulo senilai Rp5,7 miliar.
Proyek yang terletak di kawasan timur Kabupaten Kudus ini ditargetkan rampung sepenuhnya pada akhir Oktober 2026.
Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten (DKK) Kudus, dr. Abdul Hakam menegaskan, Puskesmas Jekulo memegang posisi strategis sebagai ujung tombak pelayanan kesehatan dasar.
Pengembangan fasilitas ini difokuskan untuk memperkuat layanan promotif dan preventif, sekaligus menyukseskan berbagai program kesehatan prioritas nasional.
"Puskesmas itu targetnya promotif dan preventif. Kita menginginkan di daerah timur itu Puskesmas Jekulo sebagai ujung tombak khusus," ujar dr. Hakam disela peninjauannya di Puskesmas Jekulo pada Senin (13/7/2026).
"Program eliminasi seperti TBC, HIV, dan percepatan penanganan stunting bisa dikendalikan di wilayah timur melalui Puskesmas Jekulo," imbuhnya.
Proyek yang memiliki masa pelaksanaan selama 150 hari ini sudah dimulai sejak 5 Juni 2026 sesuai dengan kontrak kerja. Memasuki bulan kedua pembangunan, progres fisik proyek rupanya menunjukkan tren positif.
Menurut dr. Hakam, saat ini pengerjaan telah mencapai kisaran 30 persen, angka yang berhasil melampaui target berkala yang telah ditetapkan sebelumnya.
Baca Juga:
Pihaknya berharap, faktor cuaca terus mendukung agar sisa waktu pengerjaan berjalan tanpa hambatan.
"Semoga nanti tidak ada hujan sehingga bisa lebih cepat penyelesaiannya. Akhir Oktober 2026 selesai, kita usahakan segera rampung sesuai target-target yang sudah ada," tambahnya.
Pasca-renovasi, Puskesmas Jekulo dipastikan tampil dengan wajah baru dan fasilitas yang jauh lebih modern.
Beberapa titik krusial yang mendapat jatah pengembangan seperti Instalasi Gawat Darurat (IGD) yang lebih representatif.
Kemudian, poliklinik dan ruang layanan kesehatan gigi yang lebih nyaman. Ruang pendukung khusus untuk program kesehatan prioritas (TBC, HIV, dan stunting).
Menariknya, puskesmas ini juga dipersiapkan untuk menjadi lokasi praktik dokter spesialis serta menyediakan layanan rehabilitasi bagi pasien pasca-perawatan dari rumah sakit.
Di sisi teknis lapangan, pihak pelaksana optimis pembangunan gedung IGD dan rawat inap di atas lahan seluas 37x48 meter ini bisa diselesaikan lebih awal dari jadwal kontrak.
Pembantu Pelaksana Proyek, Putut Widiantoro mengungkapkan, ia telah mengambil langkah taktis untuk mempercepat pembangunan dengan menambah kekuatan personel dan jam kerja.
"Kami perkirakan bisa selesai lebih awal. Penambahan tenaga kerja sudah dilakukan, yang awalnya 40 orang kini menjadi 60 orang. Selain itu, kami juga memberlakukan sistem kerja lembur hingga pukul 18.00 WIB," pungkas Putut.