Pati, Shabda.id- Melimpahnya ikan sapu-sapu di Sungai Juwana, Kabupaten Pati, tidak hanya menjadi persoalan bagi ekosistem perairan. Ikan yang selama ini dianggap mengganggu populasi ikan lokal tersebut juga berpotensi dimanfaatkan sebagai bahan pakan ikan.
Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan (DKP) Kabupaten Pati, Hadi Santosa, mengatakan ikan sapu-sapu sebenarnya dapat dimanfaatkan sebagai alternatif pakan ikan mandiri. Bahkan, sebagian warga yang menemukan ikan tersebut terdampar di sungai saat ini telah memanfaatkannya sebagai pakan ternak maupun pakan ikan lele.
“Secara umum bisa dijadikan alternatif pakan ikan mandiri,” ujar Hadi saat dikonfirmasi, Rabu 02 September 2026.
Namun, Hadi mengingatkan perlunya penelitian lebih lanjut untuk memastikan keamanan ikan sapu-sapu yang berasal dari Sungai Juwana. Salah satu hal yang perlu diperiksa yakni kemungkinan adanya kontaminasi zat berbahaya, termasuk logam berat.
“Perlu ada penelitian lebih lanjut apakah ikan tersebut terkontaminasi zat-zat berbahaya, misalnya logam berat atau tidak,” katanya.
Untuk pemanfaatannya sebagai pakan, ikan sapu-sapu juga tidak bisa langsung dirajang karena memiliki kulit dan duri yang keras. Diperlukan proses pengolahan terlebih dahulu.
Hadi juga memberikan materi mengenai inovasi pakan ikan yang dikembangkan oleh Penyuluh Perikanan Kabupaten Pati, Riyanto, S.P. Inovasi tersebut berupa pengolahan ikan sapu-sapu utuh yang difermentasi dengan memanfaatkan buah nanas sebagai salah satu bahan pendukung.
Baca Juga:
Dalam materi yang disampaikan Hadi, ikan sapu-sapu dikukus terlebih dahulu hingga tekstur kulit dan durinya menjadi lebih lunak. Setelah itu, ikan dicampur dengan buah nanas untuk menjalani proses fermentasi.
Menurut materi tersebut, ikan sapu-sapu memiliki kandungan protein yang cukup tinggi, berkisar 45–55 persen, serta mengandung lemak, kalsium, fosfor, dan sejumlah mineral.
Sementara buah nanas dimanfaatkan karena mengandung vitamin A dan C, serat, gula alami, antioksidan, serta enzim bromelain.
Materi inovasi tersebut menyebutkan hasil fermentasi campuran ikan sapu-sapu dan nanas diperkirakan memiliki kadar protein sekitar 35–45 persen. Pakan hasil fermentasi juga disebut berpotensi membantu pertumbuhan ikan, meningkatkan nafsu makan, mendukung daya tahan tubuh, serta membantu penyerapan nutrisi.
Meski demikian, pemanfaatan ikan sapu-sapu dari Sungai Juwana tetap membutuhkan kajian keamanan sebelum diterapkan secara luas. Terutama untuk memastikan kandungan logam berat maupun zat pencemar lainnya tidak membahayakan ikan yang mengonsumsi pakan tersebut.
Hadi sebelumnya juga menyebut perlunya koordinasi lebih lanjut dengan penyuluh perikanan untuk memastikan pengolahan dan pemanfaatan ikan sapu-sapu tersebut.
Jika hasil penelitian menunjukkan aman dan secara ekonomi menguntungkan, pemanfaatan ikan sapu-sapu sebagai bahan pakan dapat menjadi salah satu solusi untuk mengurangi populasinya sekaligus menciptakan nilai tambah dari sumber daya perairan lokal.