Modal Rp500 Ribu, Pria di Pati Edarkan Uang Palsu Rp2 Juta Selama Empat Tahun
Pelaku membeli uang palsu senilai Rp2 juta dengan pecahan Rp100 ribu sebanyak 20 lembar hanya menggunakan uang asli Rp500 ribu
Penulis SHABDA
546 Artikel
Pelaku membeli uang palsu senilai Rp2 juta dengan pecahan Rp100 ribu sebanyak 20 lembar hanya menggunakan uang asli Rp500 ribu
DPRD Pati dapat menyampaikan aspirasi tersebut kepada pemerintah pusat. Namun, tuntutan agar DPRD langsung menggelar rapat paripurna tidak dapat dilakukan secara spontan karena terdapat mekanisme yang harus dipenuhi
Konsolidasi masyarakat yang terus berlangsung di tingkat akar rumput menunjukkan mulai tumbuhnya kesadaran politik di tengah masyarakat
Dua tim Indonesia, Garuda Pertiwi dab Putri Nusantara akan menghadapi enam tim luar negeri di Srikandi Merdeka Cup 2026
Pejabat daerah maupun anggota DPRD merupakan pihak yang mendapat amanah dari masyarakat sehingga harus menjalankan tugas dan tanggung jawab dengan serius
Saat diamankan, tersangka diketahui sedang bekerja di sebuah rental mobil. Polisi tidak menemukan perlawanan ketika melakukan penangkapan
Kegiatan tersebut sejak awal dilakukan dengan niat menjaga lingkungan. Sebelum penebaran ikan, mahasiswa KKN terlebih dahulu melakukan kegiatan bersih-bersih sungai.
Pemerintah daerah (pemda) dan Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Pati memberi perlindungan kepada masyarakat dan petani Desa Karangsari yang tengah memperjuangkan lahan tersebut
Dengan adanya pencabutan pernyataan tersebut, penggunaan sound horeg di Kecamatan Tayu selanjutnya tetap mengacu pada ketentuan yang berlaku, termasuk Surat Edaran Bupati Pati yang menjadi pedoman penggunaan sound horeg.
Kondisi jalan sebelumnya cukup menyulitkan kendaraan roda empat ketika harus berpapasan. Terlebih, ruas tersebut menjadi salah satu akses menuju Taman Makam Pahlawan
Massa yang terdiri dari pengusaha sound horeg, pecinta horeg, dan masyarakat Tayu datang untuk meminta klarifikasi mengenai pernyataan Camat Tayu yang melarang penggunaan sound horeg di wilayah Kecamatan Tayu
Massa yang hadir terdiri dari pengusaha sound horeg, pecinta horeg, serta sejumlah elemen masyarakat lainnya